Selasa, 01 Oktober 2013

Cinta Yang Tak Mungkin

   saya disini adalah orang yang telah merasakan langsung cerita cinta namun tak pantas ini.
panggil saja saya ini " izal " . saya tinggal di paguyuban, saya terlahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana, hidup dengan serba kekurangan yang kebanyakan keinginanku sulit tuk di penuhi. tapi aku selalu hidup dengan orang orang yang baik dan ramah disekelilingku, dan orang tuaku yang sangat kucintai.

   ketika itu, disebuah setasiun kereta api, saya sedang berjalan menuju tempat penjualan tiket, dan saya berniat hanya ingin bertanya tentang "berapa harga tiket ki jogja?"
    saya               : "permisi mass!, boleh saya bertanya?"
    penjual tiket   : "ya silahkan, apa yang anda pertanyakan?"
    saya               : "kira-kira sekarang harga tiket dari paguyuban ke jogja berapa ya mas?"
    penjual tiket   : " ohh, harganya sekitar Rp132.000 mas"
    saya                : " wahh masih mahal ya mas, padahal saya berharap harganya turun jadi Rp.3000.                             sudah terimakasih ya man
     penjual tiket    : " oh iya sama sama mas terimakasih juga"



kemudian saya berjalan kaki melintasi sebuah rumah makan yang sangat mewah dan serba mahal, melihat makanan itu pun perut saya sepontan lapar, ketika saya hendak masuk ke rumah makan itu tiba tiba baju saya ada yang menarik dari belakang, sepontan saya melihat ke belakang ternyata scurity, terjadilah percakapan .:
     saya : " maaf mas, salah saya apa?"
     scurity : " kamu gemmbel dilarang masuk, kamu itu miskin dan taakan bisa bayar makanan di dalam"
     saya : "tapi saya lapar mas!!"
     scurity : " tetap tidak bisa, pergi sana !!!"

tak lama dari kejadian itu ada seorang wanita cantik datang menghampiri kami yang sedang berdebat seperti para dewan DPR sebut saja dia nia maria (nama samaran), dan wanita itu berkata :
     nia : " ada apa ini mas??"
     scurity : " ini mba, gembel mau makan di rumah makan mewah ini, nanti rrumah makan ini jadi kotor karnanya
      nia : " kamu lapar mas?"
     saya : " iya mba"
      nia : " yasudah ayo masuk saja, anggap aja rumah sendiri, oh ya mau makan apa?


#ARTIKEL DALAM PROSES PERBAIKAN
   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar